Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]



habarkotabaru.com , Kotabaru - Krisis air bersih saat musim kemarau di Kabupaten Kotabaru khususnya Kota Kotabaru adalah sebuah fenomena klasik.


Bukan hanya tahun ini saja krisis air bersih terjadi di Kotabaru. Setiap memasuki musim kemarau krisis air bersih sudah menjadi langganan tetap bagi masyarakat Kotabaru. 


Air bersih adalah salah satu kebutuhan utama masyarakat selain sembako dan listrik. Kebutuhan akan air bersih sangat penting. Selain untuk rumah tangga, usaha dan kebutuhan lainnya.


Vitalnya kebutuhan air bersih semakin tahun akan semakin banyak. Dan ini membutuhkan air baku yang sudah pasti banyak. 


Krisis air bersih saat memasuki atau saat musim kemarau seperti fenomena " Sakit Gigi". Seluruh instansi, DPRD sibuk mencari solusi permasalahan penanggulangan krisis air bersih. Namun saat musim sudah berganti menuju musim penghujan, permasalahan itu seakan lenyap tak berbekas karena air sudah mengalir. Persis sama dengan orang yang menderita sakit gigi, orang akan sibuk menahan rasa sakit dan ingin segera mencabut gigi yang sakit, namun saat sakit itu hilang tak kunjung dicabut gigi yang bermasalah.


Permasahan krisis air bersih ini sudah terjadi puluhan tahun bukan setahun atau dua tahun. Berbagai perencanaan sudah dilaksanakan namun hingga kini belum terlihat hasil yang konkret.


PDAM sebagai operator distribusi hanya mampu memaksimalkan sistem bergilir dan mencari "kumpulan air" untuk dapat menyalurkan air bersih ke pelanggan yang sudah mulai gerah akibat tak mandi.


Pemerintah Daerah harus segera melakukan perencanaan yang matang terkait ketersediaan air baku. Jumlah pelanggan yang tiap tahun meningkat membutuhkan ketersedian air baku yang cukup banyak. 


Jangan sampai keterbatasan air bersih hanya menjadi objek jualan janji saat kampanye pemilihan saja. DPRD juga harus bisa melakukan pengawasan dan penguatan anggaran untuk kebutuhan air bersih. 


Jangan biarkan permasalahan klasik ini semakin menjadi klasik dimasa mendatang. Harus ada perencanaan yang tepat dengan eksekusi yang cepat agar permasalahan krisis air bersih ini bisa tertanggulangi. Bicara soal anggaran memang akan sangat besar yang akan dibutuhkan, tapi akan berbanding lurus atas cukupnya kebutuhan air bersih bagi masyarakat.


Jangan biarkan air yang mengalir semakin jauh dari harapan tahun demi tahun. Harus ada kolaborasi dan keinginan yang kuat semua stakeholder dalam menangani permasalahan klasik ini. 


Penulis : Deddy Amier

Pemimpin Redaksi habarkotabaru.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib