Suara Seniman Kotabaru : Nasib Banua Dicekik Asap
habarkotabaru.com , Kotabaru - Kabut asap yang saat ini mengepung Pulau Kalimantan banyak mendapat perhatian dari berbagai elemen masyarakat termasuk Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kotabaru.
Fenomena kabut asap yang sudah terjadi beberapa waktu ini menjadi sorotan tidak hanya bagi masyarakat Indonesia sendiri tetapi juga negara- negara tetangga dan dunia.
Kabut asap yang mencekik Pulau Kalimantan memang bukan hanya terjadi kali ini saja. Tetapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tahun ini sangat luar biasa.
Hampir seluruh Kalimantan tertutup kabut asap yang cukup tebal yang berakibat sangat kurang baik bagi kesehatan dan roda perekonomian masyarakat.
Relawan berjibaku melokalisir area yang terbakar dengan peralatan yang seadanya. Peralatan yang sangat kurang dibandingkan dengan kobaran apinya.
Keresahan masyarakat Kalimantan ini diramu dalam sebuah pertunjukan seni oleh Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Kotabaru dengan tema Didekap Asap yang digelar disakah satu sudut kawasan objek wisata Siring Laut Kotabaru.
Sebuah penampilan kritis tentang kabut asap yang sangat mencekik nafas masyarakat. Puisi dan lagu tentang asap disampaikan dengan narasi yang yang cukup pilu dan tajam.
Penampilan ini adalah sebuah bentuk rasa keprihatinan para seniman. Sebuah rasa protes, rasa sakit dan rasa khawatir.
Tampak hadir juga membacakan puisi Ketua DKD Kotabaru, H. Ahmad Fitriadi, serta beberapa seniman lain. Acara juga diisi dengan lelang yang hasilnya akan didonasikan untuk penanggulangan karhutla.
Semoga nasib banua yang dicekik asap ini bisa menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar kabut asap ini bisa berakhir. (red)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar