Full width home advertisement


Post Page Advertisement [Top]



habarkotabaru.com , Kotabaru - Sudah dua hari ini SPBU menjadi pusat "keramaian" masyarakat untuk antre BBM jenis pertalite dan Pertamax. 


Heboh karena adanya "pelarangan" pedangan eceran BBM dipinggir jalan, diperkampungan hingga dipelosok membuat SPBU menjadi satu-satunya sandaran harapan mengisi tangki BBM masyarakat. Kebiasaan masyarakat mengisi tangki BBM mereka di pengecer pinggir jalan karena lebih cepat dan banyak tersedia dipinggir jalan apalagi didaerah pelosok yang jauh dari SPBU adalah sesuatu yang biasa. 


"Kelangkaan" BBM karena tutupnya ratusan para pengecer kios BBM dalam dua hari ini membuat situasi ramai diperbincangkan. Mulai dari masyarakat diperkotaan hingga dipelosok. Akibat susahnya mencari pengecer BBM dipinggir jalan membuat masyarakat menyerbu SPBU untuk antre membeli BBM. 


Dampak dari permasalahan ini bukan saja kepada pengguna angkutan roda dua dan roda empat tetapi dampak yang lebih terasa adalah bagi masyarakat yang berada dipelosok, masyarakat nelayan, petani dan kebun dan operator angkutan laut seperti speedboat.


DPRD Kotabaru bahkan sudah  melakukan hearing dengan pemerintah daerah, pihak Pertamina, AKR, LSM dan pelangsir untuk menemukan formula dan solusi sesuai aturan agar ketersedian dan distribusi lancar hingga kepelosok daerah yang tidak memiliki SPBU.


Masyarakat berharap situasi ini tidak berlaku terlalu lama karena implikasinya sangat meresahkan masyarakat dan akan berimbas pada kekhawatiran kenaikan kebutuhan pokok masyarakat.


Pemerintah Daerah dan stakeholder diharapkan gerak cepat mengantisipasi persoalan ini agar tidak berlarut. Distribusi BBM yang tepat dan merata itu yang diharapkan masyarakat. Ini bukan hanya tentang ratusan pengecer tapi ribuan masyarakat yang terdampak. (red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib