habarkotabaru.com , Kotabaru - Akibat banyaknya pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax yang tutup tidak menjual BBM eceran warga Kotabaru antri panjang dibeberapa SPBU.
Antrian "mengular" ini terlihat dibeberapa SPBU seperti di SPBU Sungai Taib, SPBU Baharu, SPBU Stagen hingga SPBU Pertamax di Jln. Singabana (Bakti).
"Kelangkaan" BBM termasuk jenis solar ini karena diduga karena isu pelarangan menjual BBM eceran sehingga masyarakat yang terbiasa membeli di eceran menjadi "panik" hingga memenuhi beberapa SPBU untuk antri membeli BBM.
Komisi II DPRD Kotabaru menanggapi serius permasalahan ini dengan gerak cepat menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan melibatkan Pemerintah Daerah, pihak Pertamina, AKR, para pelangsir serta aparat hukum untuk mencari solusi yang tepat atas persoalan distribusi BBM ini.
DPRD Kotabaru meminta Pemerintah Daerah untuk berkoordinasi dengan Pertamina untuk bisa menambah pasokan BBM terlebih untuk wilayah-wilayah pesisir dan terpencil.
DPRD Kotabaru juga meminta agar pihak aparat hukum dan Satpol PP melakukan pengawasan yang ketat terhadap distribusi BBM.
Akibat dari persoalan ini yang paling terdampak adalah nelayan, petani, operator speedboat yang tidak dapat beraktifitas akibat sulitnya memperoleh BBM.
Dari hasil RDP diharapkan ada langkah yang tepat agar distribusi BBM kembali normal sehingga aktifitas masyarakat kembali berjalan lancar. (red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar